Misteri Segitiga Bermuda Terungkap???
Segitiga Bermuda adalah sebuah wilayah lautan di Samudera Atlantik
seluas empat juta kilometer persegi yang membentuk segitiga. Ketiga
titik segitiga itu adalah Bermuda (Inggris) di titik utara, Puerto Riko
(Amerika Serikat) di titik selatan dan Miami (Florida, Amerika Serikat)
di titik barat.
Dan setiap kali menyebut Segitiga Bermuda, pasti tak lepas dari kisah
misteri di dalamnya. Yap, mulai dari banyaknya cerita kapal hingga
pesawat yang mendadak hilang kala melintas di atasnya. Karena hal itu,
banyak yang menduga kalau Segitiga Bermuda adalah pintu gerbang ke dunia
lain, rumah alien hingga pintu kerajaan Iblis.
Segitiga Bermuda telah lama dianggap sebagai sebuah kawasan penuh
misteri akibat banyaknya kapal laut dan pesawat yang tiba-tiba hilang
tanpa jejak saat melewatinya. Kini sekelompok ilmuwan dari Norwegia
menyatakan mereka mungkin sudah menemukan jawabnya
Dikabarkan situs The National Geographic, Selasa (15/3/2016), peneliti dari Arctic University of Norway menemukan kawah di lepas pantai Norwegia dengan lebar 0,8km dan dalam 45m. Kawah tersebut kemungkinan besar terjadi karena ledakan metana bawah laut.
"Beberapa
kawah raksasa terdapat di dasar laut area barat-tengah Laut Barents...
dan kemungkinan hasil dari ledakan gas yang sangat besar," kata para
peneliti itu seperti dikutip Sunday Times (h/t The Local). "Area kawah tersebut tampaknya mewakili titik api terbesar dari pelepasan metana di Arktik."
Metana tersebut bisa terbentuk dari akumulasi minyak dan gas yang bocor dari perut Bumi, serta dekomposisi dari material organik. Karena tekanan laut yang besar, metana tersebut kemudian berubah menjadi kristal yang disebut hydrate. Kristal itu bisa tiba-tiba pecah dan gas pun meledak keluar dengan hebat.
Pelepasan gas secara tiba-tiba dalam skala
besar itu, yang disebut para pegawai kilang minyak "burps of death"
(sendawa kematian), bisa membuat air laut berubah menjadi busa dan
menenggelamkan kapal yang melewatinya. Selain itu, metana yang lepas ke
angkasa bisa menyebabkan turbulensi udara sehingga mengganggu pesawat
terbang.
Oleh karena itu para ilmuwan Arctic University of Norway
berasumsi kemungkinan ledakan metana ini jugalah yang berada di balik
misteri Segitiga Bermuda selama ini.
Detail dari teori tersebut
akan dipresentasikan bulan depan dalam pertemuan tahunan European
Geosciences Union, di mana mereka akan membahas apakah ledakan bawah
laut itu cukup kuat untuk menenggalamkan kapal dan merontokkan pesawat.
Teori ledakan hydrate ini sebenarnya pernah diutarakan oleh ilmuwan Rusia Igor Yeltsov, wakil ketua Trofimuk Institute.
"Ada versi yang menyatakan bahwa Segitiga Bermuda adalah akibat dari reaksi gas hydrate," papar Yeltsov dikutip Daily Mail.
Hydrate itu lalu secara aktif terurai dan mendadak meledak seperti reaksi nuklir, memproduksi gas dalam jumlah besar.
"Itulah yang membuat lautan memanas dan kapal-kapal tenggelam dalam air yang bercampur gas," kata Yeltsov.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar